†♥ Selamat Datang ♥†
Luka PDF Print E-mail
Written by Maria Rosa   
Tuesday, 12 August 2008 09:26

 

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar Pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain. Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil manahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :Anakku, kamu

sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu Meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.

tertawalah bersama teman-temanmu.. karena masa-masa itu adalah masa yang kelak akan jarang kau temui..menangislah bersama sahabatmu.. karena masa itu adalah waktu terdekatmu dengannya.

We are one star

Last Updated on Friday, 18 June 2010 16:48
 
Kartini Masih Tersenyum PDF Print E-mail
Written by Maria Rosa   
Monday, 11 August 2008 06:00

Saat ini bukan zamannya lagi untuk tarik-ulur urat leher untuk memperjuangkan emansipasi dan martabat wanita. Martabat kaum hawa itu telah terangkat. Berkat avant-garde bernama R. A. Kartini. Namun kini martabat wanita yang sudah terangkat itu seolah menjadi bumerang. Karena terangkat, tanpa memiliki tempat.

Last Updated on Friday, 21 May 2010 15:24
Read more...
 
Mengartikan Sahabat PDF Print E-mail
Written by Maria Rosa   
Saturday, 07 July 2007 09:54


Mengartikan Sahabat

seperti menerka terbang layang-layang

bergemuruh di samudra diam

 

 


Kelam malam cekatan menidurkan rembulan, temanku sayang

Ketika suara desahmu serupa kidung yang membangun madah-madah biru

‘malam teman, esok pagi masih panjang’

Dan aku seolah tak mendengar apapun

Bahkan suara tangismu setelah itu

Yang bagai memecah telinga semesta

 

 

Tak penuh kuhabisi ayat-ayatmu kawan.

Maaf

Tapi masih ada bulan malam ini

Padahal lubang hitam tua menganga

Surga itu gamang, kawan

‘hidupku bukan untuk aku!”

wanita-wanita tua berbisik-bisik bisu seperti itu

 

 

maafkan pengecut ini, sayang

langit keburu pecah malam itu

mengirim kesepian yang sengit

melahirkan pembunuh yang picik

melahirkan aku

 

 

 

Kemana lg harus kukirim pelangi,

Bila nila dan jingganya mati di tanganmu!

Kupikir kau telah sampai di khayangan setelah jumpai matahari hari ini

Bunuh…bunuh…

Bunuh…

Bunuh saja apa yang kau ciptakan.

 

 

 

barangkali sepanjang hidup aku mesti pergi

setelah terusir dari perhentian yang terimpi

aku ingat, ketika menunggumu di tepi alir, berharap dirimu hadir,

hanya sajak-sajak getir yang kau kirim lewat gulir-gulir nadir

sedang aku masih saja berkisar dari liang onak dan pusar

tapi isyarat yang kau hulubalangkan ke indera, kembali aku maknai sebagai manusia

aku pun terjungkal terus saja melipat angan dan akal

sampai aku tersadar, perburuanku padamu hanyalah sekat yang membuat kita tak pernah bersua di satu dunia

seperti ingkar, aku pun tersia di ujung rahasia,

aku terbakar dalam penat begar.

 

 

-RS-


 

Last Updated on Friday, 07 May 2010 16:30
 
Maria Rosa Anggraini PDF Print E-mail
Written by Maria Rosa   
Wednesday, 20 August 2008 10:11

Last Updated on Friday, 21 May 2010 15:13
 
Millions of Smiles PDF Print E-mail
Written by Maria Rosa   
Saturday, 07 July 2007 09:54

The Joomla! team has millions of good reasons to be smiling about the Joomla! 1.5. In its current incarnation, it's had millions of downloads, taking it to an unprecedented level of popularity. The new code base is almost an entire re-factor of the old code base. The user experience is still extremely slick but for developers the API is a dream. A proper framework for real PHP architects seeking the best of the best.

If you're a former Mambo User or a 1.0 series Joomla! User, 1.5 is the future of CMSs for a number of reasons. It's more powerful, more flexible, more secure, and intuitive. Our developers and interface designers have worked countless hours to make this the most exciting release in the content management system sphere.

Go on ... get your FREE copy of Joomla! today and spread the word about this benchmark project.

Last Updated on Saturday, 07 July 2007 09:54
 

Polls

Apa bacaan yang anda suka?
 

Who's Online

We have 1 guest online

Advertisement

Featured Links:
Joomla!
Joomla! The most popular and widely used Open Source CMS Project in the world.
JoomlaCode
JoomlaCode, development and distribution made easy.
Joomla! Extensions
Joomla! Components, Modules, Plugins and Languages by the bucket load.
Joomla! Shop
For all your Joomla! merchandise.